Rabu, 15 Mei 2013

Bimbingan Karir

 

  1. A.        Pengertian Bimbingan Karier
Kata karier diambil dari bahasa Inggris, yaitucareer . Ada beberapakata yang mempunya makna yang sama, yaitu job, employment , danoccupation.Akan tetapi, kata-kata tersebut sebenarnya mempunyai penekananyang berbeda.Kata jobdanemployment lebih ditekankan kepada pekerjaanyang digeluti seseorang, dimana orang tersebut hanya mendapatkan upah saja,sedangkan dia tidak menikmati pekerjaan yang digelutinya. Kataoccupationberarti suatu pekerjaan yang sudah dapat diresapi dan dinikmati olehpelakunya, tetapi pekerjaan tersebut hanya terbatas pada jam-jam kerja saja.Yang terakhir, katacareer digunakan pada suatu pekerjaan yang dihayati olehseseorang, dan menganggap pekerjaan tersebut sebagai panggilan hidup sertamewarnai gaya hidupnya.
  1. Menurut Veron G. Zunker,career refers to the activities associated with an individual’s lifetime of work
  2. (karier menunjukan pada aktifitas yangdihubungkan dengan pekerjaan yang mewarnai kehidupan seseorang). Merujuk pada pengertian karir, tidaklah mengherankan jika bimbingan pekerjaan yangada di indonesia lebih dikenal dengan bimbingan karier, karena diharapkanorang yang dibimbing dapat menjadikan pekerjaanya kelak bukan hanyapekerjaan yang menghasilkan uang saja, tetapi juga bisa dihayati dan mewarnaigaya hidupnya.Dari pegertian-pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwabimbingan karir adalah proses pemberian bantuan kepada individu yang berupasaran-saran dan masukan-masukan yang berhubungan dengan pekerjaan yangcocok bagi orang tersebut, dengan melihat latar belakang orang yangdibimbing. Saran-saran dan masukan tersebut bukanlah hal yang mutlak harusdilaksanakan, akan tetapi hal tersebut dikembalikan kepada individu yangdiberi saran.
Menurut Suherman Bimbingan karir didefinisiakan sebagai aktifitas-aktifitas dan program-program yang membantu individu-individumengasimilasikan dan mengintegrasikan pengetahuan, pengalaman, dan apresiasi-apresiasi yang berkaitan dengan :
1)    Pengendalian diri,
2)    pemahaman/pengenalan terhadap kerjamasyarakat dan factor-faktor yangmempengaruhi perubahannya,
3)    Kesadaran akan waktu luang,
4)    Pemahaman akan perlunya dan banyaknyafactor yangh harus dipertimbangkan dalam perencanaan karir,
5)    Pemahaman terhadap informasi danketrampilan yang diperlukan untuk mencapai pemenuhan diri dalam pekerjaandan waktu luan,
6)    Mempelajari dan menerapkan proses pengambilan keputusan karir.
Sears (dalam Suherman) mendefinisikan konseling karir sebagai suatuhubunganone-to-oneatau kelompok kecil antara seorang konseli dan seorangkonselor dengan tujuan membantu konseli mengintegrasikan dan menerapkanpemahaman diri dan lingkungan untuk membuat keputusan-keputusan danpenyesuaian-penyesuaian karir yang lebih tepat.
  1. B.           Prinsip-Prinsip Bimbingan karier di Sekolah
Agar bimbingan karier di Sekolah dapat berfungsi dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, maka beberapa pandangantentang prinsip-prinsip bimbingan perlu diperhatikan oleh para pembimbingpada khususnya dan administrator sekolah pada umumnya, terutama dalampenyusunan program pelaksanaan layanan bimbingan karier di sekolah. Secaraumum prinsip-prinsip bimbingan karier di Sekolah, adalah sebagai berikut:
  1. Seluruh siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkandirinya dalam pencapaian kariernya secara tepat. Tidak ada perkecualian,baik itu yang kaya maupun yang miskin, dan faktor-faktor lainnya.
  2. Setiap siswa harus memahami bahwa karier itu adalah sebagai suatu jalanhidup, dan pendidikan adalah sebagai persiapan dalam hidup.
  3. Siswa hendaknya dibantu dalam mengembangkan pemahaman yang cukupmemadahi terhadap diri sendiri dan kaitannya dengan perkembangan socialpribadi dan perencanaan pendidikan karier.
  4. Siswa secara keseluruhan hendaknya dibantu untuk memperolehpemahaman tentang hubungan antara pendidikannya dan kariernya.
  5. Setiap siswa hendaknya memilih kesempatan untuk menguji konsep,berbagai peranan dan ketrampilannya guna mengembangkan nilai-nilai dannorma-norma yang memiliki aplikasi bagi karier di masa depannya.
  6. Program Bimbingan Karier di sekolah hendaknya diintegrasikan secarafungsional dengan program bimbingan dan konseling pada khususnya.
  7. Program bimbingan karier di sekolah hendaknya berpusat di kelas, dengankoordinasi oleh pembimbing, disertai partisipasi orang tua dan kontribusimasyarakat.
Dari beberapa prinsip yang terdapat dalam bimbingan karier tersebutdapatdisimpulkan bahwa, bimbingan karier dalam pelaksanaannya memilikipedoman yangumun dan jelas dalam memberikan pelayanan kepada siswanyadalam mendeteksi diri, memberikan layanan tentang karakteristik dunia kerjasehingga mampu menciptakan kemandirian siswa dalam menentukan arah pilihkarier yang sesuai dengan keadaan dirinya, agar mampu mencapai kebahagiaanhidup dimasa depan kariernya.

  1. C.           Tujuan Bimbingan Karier di Sekolah
Bimbingan karier dan pembangunan nasional mempunyai keterkaitansatu sama lain. Keterkaitan tersebut dapat dilihat dari tujuan pembangunannasional, yaitu membangun manusia Indonesia seutuhnya.Tujuan ini hanyadapat tercapai apabila setiap warga negara mempunyai kemampuan kerja yangdiharapkan dari padanya untuk mempertahankan dan meningkatkan mutukehidupan pribadi maupun bangsanya, sesuai dengan nilai hidup yangtercantum dalam pancasila.Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yangsecara kuantitatif maupun kualitatif diperlukan dalam pembangunan nasional,sistem pendidikan secara menyeluruh dan terpadu wajib melaksanakanprogram bimbingan karier yang terintegrasi dalam keseluruhan program didekolah-sekolah.
Secara umum, tujuan diselenggarakannya Bimbingan Karier diSekolah menurut Dewa Ketut Sukardi ialah membantu siswa dalampemahaman dirinya dan lingkungannya, dalam pengambilan keputusan,perencanaan, dan pengarahan kegiatan-kegiatan yang menuju kepada karierdan cara hidup yang akan memberikan rasa kepuasan karena sesuai, serasi, danseimbang dengan dirinya dan lingkungannya.
Sedangkan, tujuan khusus daridiselenggarakannya bimbingan karier adalah:
1)    Meningkatkan pemahaman diri siswa.
2)    Meningkatkan pengetahuan siswa tentang dunia kerja.

  1. D.           Landasan Bimbingan Karier
Bimbingan Karier mempunyai landasan bergerak, yang merupakan latar belakang (titik tolak) peaksanaan, dan landasan ini dapa dibedakan menjadi 4 macam:
1)    Landasan Filosofis
Landasan Filisofis ini berpijak pada aspek demokrasi dalam bidang pendidikan, dimana anak diberikan kesempatan yang sama dalam menuntut dan mengembangkan cita-cita mendapatkan tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya sesuai dengan minat dan bakatnya. Demikian pula dalam mengembangkan karier anak diberi kesempatan memilih lapangan kerja yang sesuai dengan pandangan hidup dan kemampuannya.
2)    Landasan sosiologi
Bertitik tolak dalam kehidupan masyarakat yang menekankan kepentingan warganya untuk mendapatkan kesempatan mengembanhgkan karier. Dalam aspek ini yang terpenting adalah:
  • masyarakat  kerja akan mendorong warganya aktif untuk saling kerja sama dalam menciptakan dan melaksanakan kegiatan dalam dunia kerja.
  • Makin majunya suatu masyarakat dituntut sifat dinamis untuk memenuhi kebutuhan pembangunan.
  • Makin majemuk dan kompleksnya kehidupan masyarakat mendorong kegiatan dunia kerja makin majemuk pula,sehingga manusia saling berlomba untuk memenuhi kebutuhan masing-masing secara maksimal.
  • Makin berkembang nilai-nilai kemasyarakatan dari setiap bidang kerja. Lapangan kerja yang dulu belum diminati orang,sekarang hampir semua lapangan kerja mempunyai kedudukan (nilai yang lebih tinggi) di dalam masyarakat.
3)        Landasan Paedagogis
Bertitik tolak dari aspek pendidikan, dimana seseorang individu seorang individu dididik, dikembangkan untuk membentuk watak dan pribadi agar menghargai dan menyenangi dunia kerja.
  • Menanamkan sifat agar menghargai dan mencintai lapangan kerja (pekerjaan) yang menjadi pilihan yang ditekuninya.
  • Membentuk pribadi anak agar mempersiapkan diri menjadi individu yang mampu berkarya mandiri, tidak tergantung kepada orang lain.
  • Menanamkan pandangan pada diri anak bahwa pendidikan adalah langkah awal dalam usaha membentuk manusia kerja yang professional
  • Dan akhirnya setiap individu yang dididik dalam dalam dusin pendidikan itu akan diakhiri dengan terjun ke dunia kerja
4)        Landasan Psikologis
Bertitik tolak pada kemampuan manusia sebagai potensi untuk mengembangkan diri sebagai manusia kerja. Kemampuan-kemampuan manusia yang mendukug munculnya Bimbingan Karier antara lain:
  • Manusia berfikir rasional
  • Adanya tugas-tugas perkembangan yang berbeda-beda dalam setiap periode
  • Kemampuan mengadakan aktualisasi diri, mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan, mengakui martabat manusia, mampu mengembangkan sikap yang tanggap terhadap lingkupan, mempunyai harga diri
  • Menciptakan “The right man in the right place” yaitu mampu menganalisir diri tentang potensi untuk mencari pekerjaan yang cocok dengan minat dan bakatnya.
  •  Adanya individual differences antara imdividu satu dengan yang lain.
  • Adanya kebutuhan pada setiap individu untuk menyalurkan dorongan-dorongan mengabdi kepada masyarakat, dan untuk itu mereka membutuhkan tempat mengabdi, kerjasama, saling membutuhkan, yang dapat terwujud dalam ikatan saling bekerjasama dalam bentuk kerja.

  1. E.           Pentingnya Bimbingan Karier di Sekolah
Betapa pentingnya pemberian Bimbingan Karier di Sekolah dapat dilihat dari beberapa hal berikut ini:
1)    Adanya kebutuhan individu untuk bekerja sesudah ia menyelesaikan sekolah.
2)    Adanya kebutuhan individu terhadap Bimbingan Karier dilihat dari aspek finansial (lebih cepat bekerja lebih dapat mengatasi problem yang disebabkan masalah keuangan).
3)    Mengurangi kemungkinan ketidakcocokan dalam dunia pekerjaan.
4)    Adanya keuntungan yang bersifat ekonomis dari pemberian Bimbingan Karier.
5)    Adanya pengurangan perpindahan jabatan melalui Bimbingan Karier.
6)    Bimbingan Karier dapat dipakai sebagai alat untuk merealisir potensi individu.
7)    Bimbingan Karier dapat memberikan keuntungan kepada individu dilihat dari aspek kesehatan.
8)    Bimbingan Karier dapat memberikan nilai-nilai pribadi dan sosial kepada individu.
9)    Adanya Bimbingan Karier dapat dipandang sebagai petunjuk adanya kesadaran akan kebutuhan.
10) Bimbingan karier menjawab terhadap kebutuhan hidup yang berkembang.
11) Makin kompleknya struktur jabatan dan masyarakat, menuntut seseorang mengembangkan karier sejak awal.
12) Perubahan teknologi yang cepat menuntut individu mampu menyesuaikan dan menanggapinya.
13) Kebutuhan untuk training sebelum  masuk dalam suatu jabatan.

  1. F.            Ruang Lingkup Dari Bimbingan Karier
Beberapa pokok persoalan yang termasuk dalam ruang lingkup bimbingan karier antara lain:
  • Analisis terhadap individu
Bimbingan karier adalah untuk orang normal yang perlu di analisis untuk diarahkan.Tanpa pengetahuan tentang dirinya, tidaklah mungkin individu memperoleh pekerjaan yang sesuai.Analisis diri terdiri dari :
1.    latar belakang keluarga.
2.    Latar belakang pendidikan atau sekolah
3.    Latar belakang pengalaman kerja
4.    Kesehatan jasmani dan psikisnya dan cacat
5.    Kepribadian dan sikap
6.    Kemampuan,bakat dan prestasi belajar
7.    Cita-cita atau pandangan hidup
8.    Umur dan jenis kelamin
9.    Hambatan-hambatan yang dialami
  • Analisis terhadap lingkungan
Masyarakat tempat individu tinggal
Nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat
Sosial ekonomi masyarakat
Lapangan kerja di masyarakat
  • Placement
Salah satu fungsi bimbingan karier adalah memberikan pengarahan kepada siswa pekerjaan apa yang cocok untuk dirinya.
  • Aktivitas Kelompok, Cara-cara memberikan bimbingan karier melalui kelompok.
  • Konseling karier
Dalam bimbingan karier diperlukan adanya konseling untuk memberikan pengarahan kepada anak-anak yang mengalami kesulitan dalam menghadapi problem jabatan yang akan dimasukinya kelak.
  • Analisis terhadap jabatan
Informasi jabatan yang berisi tentang data, tentang jabatan struktur dan organisasi jabatan, klasifikasi jabatan, persyaratan jabatan, prosedur masuk, pembagian tugas, kesempatan training, jaminan social, kesehatan hari tua, sistem penggajian, kemungkinan untuk berkembang, dan lain-lain.

  1. G.           PENTINGNYA BIMBINGAN KARIR
Bimbingan Karir dan Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam mengembangkan kehidupan pribadi,kehidupan sosial, kemampuan belajar, terkait dengan pengembangan karir,melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan normanorma yang berlaku.
Bimbingan Karir dan Konseling bagi peserta didik meliputi kemampuan menentukan pilihan jenis karir, menerapkan nilai-nilai hubungan industrial dalam lingkup dunia kerja atau ketenagakerjaan, dan layanan belajar baik pribadi maupun kelompok.
Dengan mendapatkan bimbingan karir, para siswa diharapkan dapat memiliki hal-hal berikut :
  • Memiliki pemahaman diri (kemampuan, minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan.
  • Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan  kompetensi kerja.
  • Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun, tanpa merasa rendah diri, asal bermakna bagi dirinya, dan sesuai dengan norma agama.
  • Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi cita-cita karirnya masa depan.
  • Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir, dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan, kemampuan (persyaratan) yang dituntut, lingkungan  osiopsikologis pekerjaan, prospek kerja, dan kesejahteraan kerja.
  • Memiliki kemampuan merencanakan masa depan, yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan kondisi kehidupan sosial ekonomi.
  • Mengenal keterampilan, minat dan bakat. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh minat dan bakat yang dimiliki. Oleh karena itu, maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya, dalam bidang pekerjaan apa dia mampu, dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut.
  • Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karier.Memiliki kemampuan untuk menciptakan suasana hubungan industrial yang harmonis,  dinamis, berkeadilan dan bermartabat.
Menurut Akhmad Sudrajat, bimbingan karier tidak hanya sekedar memberikan respon kepada masalah-masalah yang muncul, akan tetapi juga membantu memperoleh pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaan. Penggunaan istilah karier didalamnya terkandung makna pekerjaan dan jabatan sekaligus rangkaian kegiatan dalam mencapai tujuan hidup seseorang.
Hattari (1983) menyebutkan bahwa istilah bimbingan karir (career guidance) mengandung konsep yang lebih luas, dibandingkan dengan bimbingan jabatan (vocational guidance)  Bimbingan jabatan menekankan pada keputusan yang menentukan pekerjaan tertentu sedangkan bimbingan karier menitikberatkan pada perencanaan kehidupan seseorang dengan mempertimbangkan keadaan dirinya dengan lingkungannya agar ia memperoleh pandangan yang lebih luas tentang pengaruh dari segala peranan positif yang layak dilaksanakannya dalam masyarakat.

http://baldatunthoyibah.wordpress.com/bimbingan/bimbingan-karir/

0 komentar:

Posting Komentar